ELIA
DAN PARA IMAM BAAL
Kerajaan Israel terus
menderita karena tidak memiliki air yang disebabkan oleh Raja Ahab yang
memerintahkan rakyatnya untuk mengikuti allah palsu bernama baal, dan saat itu
Tuhan mengutus Nabi Elia untuk menemui Raja Ahab. Kemudian Nabi Elia mengundang
semua orang untuk ke puncak gunung. Dia mengundang raja dan para imamnya pada
sebuah tantangan untuk memastikan apakah Tuhan atau Baal adalah Allah yang
sejati.
Kemudian Nabi Elia
menjelaskan tantangan ia berikan yaitu dia dan para imam akan mengurbankan
seekor banteng di atas mazbah, namun mereka tidak akan menyalakan api sendiri,
tetapi cara menyalakan api dengan cara tak lasim yaitu dengan cara berdoa, Para
imam berdoa kepada baal untuk menyalakan api. Lalu Elia akan berdoa kepada
Tuhan untuk menyalakan api. Elia tahu bahwa hanya Allah sejati yang akan
menyalakan api.
Tetapi para imam baal bedoa dari pagi hingga sore, namun tidak terjadi apa-apa.
Kemudian Elia berkelakar dengan mereka dan mengatakan allah mereka, baal,
pastilah tertidur. Kemudian para imam semakin marah, melompat ke atas mezbah,
dan berteriak hingga malam. Mereka berharap allah mereka akan menjawab, namun
masih tidak ada api.
Kemudian tiba giliran Elia.
Dia membangun sebuah mezbah bagi Tuhan, menggali parit di sekeliling mezbah,
dan mempersiapkan kurban. Kemudian Elia menyuruh orang-orang untuk mengisi
empat barel air dan menuangkannya pada kayu di mezbah tiga kali. Air membasahi
kayu dan mezbah, hingga terisi seluruh parit dengan air.
Kemudian Elia berdoa kepada Tuhan agar memperlihatkan kuasa Allah yang sejati. Api Tuhan turun dan membakar kurban, kayu, batu, serta air. Orang-orang tahu bahwa Allah Elia adalah Allah sejati. Elia berdoa agar kekeringan akan berakhir, dan Tuhan mengirimkan hujan.
Hal yang dapat dipelajari oleh anak-anak dalam kisah yang telah dijelaskan diatas adalah menjadi anak-anak yang suka berdoa, sebab di dalam doa ada kuasa yang besar terjadi, dan Tuhan Allah kita di dalam Yesus memiliki kuasa lebih besar dari kuasa apapun, itu sebabnya jangan pernah takut kepada gelap ataupun kepada setan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar